
Menurut Bloomberg yang mengutip berbagai sumber, para pemimpin Eropa bersiap menghadapi Donald Trump jika ia menang dalam pemilu presiden AS. Kekhawatiran di Uni Eropa semakin parah. Saat ini, Komisi Eropa sedang menganalisis kemungkinan dampak dari pemilu presiden AS. Para pemimpin Eropa fokus pada skenario potensial di mana Donald Trump, mantan presiden Amerika, akan muncul sebagai pemenang pemilu mendatang. Penilaian awal menunjukkan bahwa naiknya tokoh Partai Republik yang eksentrik ini dapat mendorong penerapan tarif bea cukai baru yang menargetkan UE. Dengan latar belakang ini, para perwakilan blok euro sedang mempertimbangkan tindakan balasan dan menjajaki opsi penerapannya. Menurut beberapa analis, perilaku mantan pemimpin AS tersebut semakin agresif. Mengingat hal ini, negara-negara Eropa harus bersiap menghadapi segala perkembangan, termasuk tindakan yang tidak terduga dan merugikan oleh calon presiden AS tersebut. Penting untuk diketahui bahwa pada masa jabatan pertamanya sebagai kepala negara, Trump menaikkan tarif cukai impor produk baja dan aluminium dari UE masing-masing sebesar 25% dan 10%. Para pemimpin Uni Eropa tidak tinggal diam dan memberlakukan tindakan bea cukai balasan terhadap impor barang-barang Amerika tertentu. Tarif bea cukai ini baru dicabut sebagian setelah pelantikan Presiden baru AS, Joe Biden. Namun, situasi tersebut masih dianggap tidak adil di Uni Eropa. Saat ini, eksportir Eropa membayar bea cukai lebih dari $350 juta per tahun.
Komentar: