logo

FX.co ★ Pasar saham Tiongkok menghadapi kemunduran akibat puluhan perusahaan hilang dari indeks MSCI

Pasar saham Tiongkok menghadapi kemunduran akibat puluhan perusahaan hilang dari indeks MSCI

Pasar saham Tiongkok menghadapi kemunduran akibat puluhan perusahaan hilang dari indeks MSCI

Menurut Bloomberg, ada 66 perusahaan besar yang akan dikeluarkan dari indeks MSCI Tiongkok sebagai imbas dari penurunan signifikan pada pasar saham Tiongkok. MSCI, penyedia indeks terkemuka Amerika yang mengawasi pasar saham global, memperkirakan indeks acuannya di Tiongkok akan menghadapi beberapa tantangan dalam waktu dekat. Badan penyusun indeks saham global mengumumkan akan menghapus 66 saham dari Indeks MSCI Tiongkok pasca penurunan pasar baru-baru ini yang menyebabkan kerugian triliunan dolar bagi organisasi tersebut. Beberapa perusahaan yang dikeluarkan dari indeks MSCI Tiongkok termasuk pengembang real estat Gemdale dan Greentown China Holdings, China Southern Airlines, dan pengembang perangkat lunak perawatan kesehatan Ping An Healthcare and Technology. Namun, masih ada secercah harapan di tengah kesuraman ini. Lima perusahaan baru akan ditambahkan ke indeks Tiongkok ini. Namun, keadaan tersebut tidak mengubah gambaran lebih besar, karena penurunan ini masih dianggap penurunan terbesar jumlah perusahaan yang terdaftar di MSCI dalam dua tahun terakhir. Perubahan ini akan berlaku pada penutupan trading tanggal 29 Februari 2024 dan tidak hanya memengaruhi indeks Tiongkok namun juga indeks global MSCI All Country World. Para analis memperkirakan bahwa keputusan ini dapat menimbulkan kerusakan signifikan pada pasar saham Tiongkok, yang sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah penurunan lebih lanjut. Akibatnya, dana yang melacak indeks MSCI mungkin perlu menghapus saham perusahaan yang keluar dari indeks dari portofolionya. Hal ini dapat memicu gelombang aksi jual lagi dan juga berpotensi menyebabkan penurunan pasar lainnya. Menurut para ahli, pentingnya pasar Tiongkok dalam skala global semakin menurun. Banyak investor besar lebih memilih saham-saham India yang sedang booming, serta instrumen keuangan yang dapat diandalkan di AS dan Eropa. Pasar saham Jepang juga sedang diminati, dengan indeks nasional Nikkei 225 yang mencapai level tertinggi sejak tahun 1990. Otoritas Tiongkok berusaha menstabilkan pasar saham mereka. Namun, para ahli menekankan bahwa dukungan pemerintah hanya memberikan hasil jangka pendek. Akibatnya, setiap terjadi lonjakan, saham Tiongkok mengalami penurunan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: