logo

FX.co ★ Bank Sentral Indonesia Mempertahankan Suku Bunga Tidak Berubah

Bank Sentral Indonesia Mempertahankan Suku Bunga Tidak Berubah

Bank sentral Indonesia mempertahankan suku bunga utama tidak berubah selama tujuh hari berturut-turut karena inflasi diperkirakan akan tetap berada dalam target dalam jangka pendek.

Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dipimpin oleh Gubernur Perry Warjiyo memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tujuh hari reverse repo di angka 5,75 persen.

Suku bunga deposit facility dipertahankan pada 5,00 persen dan suku bunga lending facility pada 6,50 persen.

Bank sentral menaikkan suku bunga acuan sebesar 225 bps dalam siklus pengetatan saat ini yang dimulai pada Agustus 2022.

Keputusan tersebut konsisten dengan sikap kebijakan moneter yang memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran sasarannya yaitu 2-4 persen pada sisa periode tahun 2023 dan 1,5-3,5 persen pada tahun depan.

Perekonomian diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,5-5,3 persen, tidak berubah dari perkiraan sebelumnya.

Perekonomian Indonesia diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam jangka pendek karena lemahnya permintaan global dan tingginya suku bunga, jelas ekonom Capital Economics Shivaan Tandon. Dengan inflasi yang ditetapkan tetap dalam target dan perekonomian lemah, penurunan suku bunga akan dimulai pada bulan Oktober, tambah ekonom tersebut.

Dalam pernyataannya, bank menyatakan fokus kebijakan moneter diarahkan pada penguatan stabilisasi nilai tukar mata uang untuk memitigasi dampak limpahan ketidakpastian pasar keuangan global.

Bank sentral telah menerbitkan serangkaian instrumen baru untuk menarik aliran masuk modal asing dan menstabilkan nilai tukar mata uang.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading