Minyak mentah berjangka ditutup turun pada hari Rabu karena kekhawatiran terhadap prospek permintaan energi, dan data yang menunjukkan lonjakan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan membebani harga. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk bulan Oktober ditutup turun sebesar $0,32 atau sekitar 0,4% pada $88,52 per barel. Minyak mentah berjangka Brent turun $0,11 atau 0,12% menjadi $91,95 per barel beberapa waktu lalu. Data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah naik 3,954 juta barel dalam pekan yang berakhir 8 September, dibandingkan ekspektasi penurunan 1,912 juta barel. Stok bensin meningkat sebanyak 5,56 juta barel pada minggu lalu, jauh lebih besar daripada ekspektasi kenaikan sebanyak 237.000 barel, sementara stok sulingan meningkat sebanyak 3,931 juta barel, sekitar 3 kali lipat dari perkiraan kenaikan sebanyak 1,303 juta barel. “Harga minyak turun setelah laporan inflasi AS menunjukkan belanja konsumen akan melemah akibat lonjakan harga bensin dan tiket pesawat,” ujar Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA. “Data ekonomi ini bukan pertanda baik bagi prospek permintaan minyak mentah hingga akhir tahun,” tambahnya.
FX.co ★ Minyak Berjangka Ditutup Turun Seiring Melonjaknya Stok Minyak Mentah
Minyak Berjangka Ditutup Turun Seiring Melonjaknya Stok Minyak Mentah
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading