Perekonomian global diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat daripada yang diperkirakan tahun ini karena aktivitas terbukti lebih tangguh di paruh pertama tahun ini, namun perlambatan yang lebih tajam di RRT dan peningkatan utang publik kemungkinan akan membebani pertumbuhan tahun depan, demikian Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengatakan pada hari Selasa. Perekonomian dunia akan tumbuh 3.0% tahun ini, yang direvisi naik dari pertumbuhan 2.7% yang diproyeksikan sebelumnya di bulan Juni, OECD mengatakan dalam Laporan Interim. Lebih jauh ke depan, pertumbuhan global terlihat pada 2.7% tahun depan, namun angka ini diturunkan dari 2.9%. Proyeksi pertumbuhan ini masih di bawah tingkat normal baik pada tahun 2023 dan 2024 karena pengetatan kebijakan makroekonomi diperlukan untuk mengendalikan inflasi yang meredam aktivitas. Di antara negara-negara ekonomi utama, pertumbuhan tahunan di Amerika Serikat diperkirakan melambat dari 2.2 persen tahun ini menjadi 1.3 persen pada tahun 2024, karena kondisi keuangan yang lebih ketat memoderasi tekanan permintaan. Di tengah kondisi permintaan yang lemah, pertumbuhan PDB kawasan euro diproyeksikan menurun menjadi 0.6% pada tahun 2023, tetapi tumbuh 1.1% pada tahun 20214 seiring dengan memudarnya dampak buruk inflasi yang tinggi terhadap pendapatan riil. Dalam kasus ekonomi Tiongkok, di mana pertumbuhan tertahan oleh permintaan domestik yang lemah dan tekanan struktural di pasar properti, diperkirakan akan meningkat 5.1% pada tahun 2023 dan 4.6% pada tahun 2024. Di sebagian besar negara, inflasi diperkirakan akan moderat secara bertahap selama tahun 2023 dan 2024, tetapi tetap berada di atas sasaran bank sentral, kata laporan tersebut. Perlu dicatat bahwa sementara inflasi umum menurun, inflasi inti tetap bertahan di banyak negara karena tekanan biaya dan margin yang tinggi. Data menunjukkan bahwa ekonomi G20 diperkirakan akan mengalami inflasi umum sebesar 6 persen pada tahun 2023 dan 4.8 persen pada tahun 2024. Inflasi inti diperkirakan akan meningkat menjadi 4.3 persen tahun ini dan 2.8 persen pada tahun 2024. Upaya-upaya kebijakan struktural perlu dihidupkan kembali untuk memperkuat prospek pertumbuhan, kata OECD dalam laporan interimnya di bulan September. Laporan ini juga menegaskan kembali bahwa mengurangi hambatan-hambatan di pasar tenaga kerja dan produk serta meningkatkan pengembangan keahlian akan membantu mendorong investasi, produktivitas dan partisipasi angkatan kerja, dan membuat pertumbuhan menjadi lebih inklusif.
FX.co ★ OECD Meningkatkan Proyeksi Pertumbuhan Global 2023; Memangkas Proyeksi 2024
OECD Meningkatkan Proyeksi Pertumbuhan Global 2023; Memangkas Proyeksi 2024
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading