Dolar AS turun lebih rendah pada hari Kamis, jatuh dari ketinggian 10 bulan, dengan trader yang mencerna kumpulan ekonomi terbaru dan menantikan data konsumsi pribadi yang akan dirilis hari Jumat.
Trader juga membebani kepentingan intervensi bank sentral Jepang dalam pasar mata uang seiring yen yang turun menuju 150 dolar.
Data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi AS di kuartal kedua 2023 tidak direvisi dari estimasi sebelumnya.
Laporan mengatakan produk domestik bruto riil naik 2,1% pada kuartal kedua, tidak direvisi dari estimasi yang diberikan bulan lalu. Angka yang tidak direvisi cocok dengan estimasi ekonom.
Pertumbuhan PDB yang tidak direvisi pada kuartal kedua masih menunjukkan sedikit perlambatan dibandingkan dengan kenaikan 2,2% di kuartal pertama.
Laporan terpisah yang dirilis oleh Departemen Ketenagakerjaan menunjukkan klaim pengangguran awal merangkak naik menjadi 204.000 dalam sepekan yang berakhir pada 22 September, kenaikan 2.000 dari level revisi minggu sebelumnya dari 202.000. Ekonom telah memperkirakan klaim pengangguran akan naik menjadi 215.000 dari 201.000 yang sebelumnya dilaporkan pada minggu sebelumnya.
Indeks dolar menyentuh level rendah dari 106,02 pada siang hari sebelum naik ke 106,13, namun masih turun 0,5% dari level penutupan hari Rabu.
Terhadap Euro, dolar telah turun ke 1,0567, turun dari 1,0505. Dolar lemah terhadap Pound Sterling pada 1,2202.
Terhadap mata uang Jepang, dolar melemah menjadi 149,15 yen sebelum kembali memulihkan beberapa kerugian. PAda 149,30 yen, dolar turun hampir 0,25% dari penutupan sebelumnya.
Dolar diperdagangkan di 0,6428 terhadap Aussie, turun dari 0,6352. Tehradap franc Swiss, dolar lemah, menyentuh CHF 0,9152 per unit, dibandingkan dengan CHF 0,9213 pada hari Rabu. Dolar turun sedikit terhadap Loonie pada C$1,3486.