Data dari biro statistik pada Senin menunjukkan bahwa, inflasi harga konsumen Indonesia melambat pada bulan September ke level terendah dalam waktu satu setengah tahun, sebagian besar di tengah penurunan tajam dalam biaya transportasi. Indeks harga konsumen naik 2,28 persen tahun-ke-tahun di bulan September, lebih lambat dibandingkan kenaikan 3,27 persen di bulan Agustus. Para ekonom sebelumnya memperkirakan inflasi akan turun menjadi 2,2 persen. Tingkat inflasi terkini merupakan yang terlemah sejak Februari tahun lalu, ketika harga-harga naik 2,06 persen. Apalagi, tingkat inflasi masih berada dalam kisaran sasaran bank sentral sebesar 2-4 persen. Data juga menunjukkan bahwa inflasi inti melemah menjadi 2,00 persen pada bulan September dari 2,18 persen pada bulan lalu. Para ekonom memperkirakan tingkat pertumbuhan sebesar 2,08 persen. Biaya transportasi tumbuh lebih lambat sebesar 0,99 persen per tahun di bulan September, setelah kenaikan sebesar 9,65 persen di bulan Agustus. Di sisi lain, harga makanan, minuman, dan tembakau meningkat lebih cepat yaitu 4,17 persen dibandingkan tahun lalu dibandingkan kenaikan 3,51 persen pada bulan sebelumnya. Secara bulanan, harga konsumen naik 0,19 persen di bulan September, dibandingkan kenaikan yang diharapkan sebesar 0,14 persen. Indeks harga konsumen inti naik tipis 0,12 persen.
FX.co ★ Inflasi Indonesia Merosot Sebesar 2,28%, Level Terendah Dalam 19 Bulan
Inflasi Indonesia Merosot Sebesar 2,28%, Level Terendah Dalam 19 Bulan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading