logo

FX.co ★ Minyak Berjangka Ditutup Turun Tajam

Minyak Berjangka Ditutup Turun Tajam

Harga minyak mentah turun tajam pada hari Senin, terpukul oleh penguatan dolar dan kekhawatiran atas prospek peningkatan pasokan di pasar, serta prospek permintaan energi akibat dampak kenaikan suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi. Data aktivitas manufaktur di kawasan Euro yang mengecewakan dan ketidakpastian mengenai laju pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia berdampak buruk pada harga minyak. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk bulan November ditutup turun $1,97 atau sekitar 2,2% pada $88,82 per barel. Minyak mentah berjangka Brent menetap di $90,71 per barel, turun $1,49 atau sekitar 1,6% dari penutupan sebelumnya. Fokusnya kini tertuju pada pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya pada Rabu (4 Oktober). “Rally harga minyak mentah dengan cepat mereda karena imbal hasil obligasi global terus meroket. Prospek global dengan cepat berubah menjadi lebih buruk dan hal ini mendorong kembali perdagangan raja dolar dan membebani prospek permintaan minyak mentah,” ujar Edward Moya. Analis Pasar Senior di OANDA. Ia menambahkan: "Komoditas terlihat rentan di sini karena prospek permintaan akan terpukul di sini dan dolar mungkin siap untuk kembali membentuk rally di sini."

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading