logo

FX.co ★ Dolar Tetap Lemah terhadap Rival Utamanya

Dolar Tetap Lemah terhadap Rival Utamanya

Dolar AS tetap lemah terhadap sebagian besar mata uang utamanya pada hari Rabu karena para trader terus berspekulasi mengenai pandangan Federal Reserve terhadap suku bunga.

Dolar AS kembali sedikit menguat sebelum rilis risalah dari pertemuan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve, tetapi kemudian merosot.

Risalah tersebut menyatakan bahwa sebagian besar peserta mengharapkan satu kenaikan suku bunga lagi kemungkinan akan tepat.

Proyeksi yang diberikan setelah pertemuan tersebut memperkirakan akan ada satu kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun ini, meskipun risalah tersebut mencatat bahwa beberapa pejabat memperkirakan kemungkinan tidak ada kenaikan lebih lanjut yang diperlukan.

"Semua peserta setuju bahwa Komite berada dalam posisi untuk melanjutkan dengan hati-hati dan bahwa keputusan kebijakan pada setiap pertemuan akan terus didasarkan pada keseluruhan informasi yang masuk dan implikasinya terhadap prospek ekonomi serta keseimbangan risiko," ujar Federal Reserve.

Risalah tersebut menyatakan bahwa semua peserta setuju bahwa kebijakan harus tetap restriktif untuk beberapa waktu sampai Federal Reserve yakin bahwa inflasi bergerak menuju target 2% secara berkelanjutan.

Data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa indeks harga produsen untuk permintaan akhir naik sebesar 0,5% pada bulan September setelah naik 0,7% pada bulan Agustus. Para ekonom memperkirakan harga akan naik sebesar 0,4%.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa laju pertumbuhan harga produsen secara tahunan mengalami akselerasi menjadi 2,2% pada bulan September dari 2% yang direvisi pada bulan Agustus. Para ekonom memperkirakan bahwa laju pertumbuhan harga akan tetap sama dibandingkan dengan 1,6% yang awalnya dilaporkan pada bulan sebelumnya.

Pada hari Kamis, Departemen Tenaga Kerja dijadwalkan akan merilis laporan inflasi harga konsumen yang lebih mendalam untuk bulan September.

Indeks dolar AS naik menjadi 106,01 dari level rendahnya 105,56, tetapi kemudian turun menjadi 105,72, turun sekitar 0,1% dari penutupan sebelumnya.

Terhadap Euro, dolar AS turun menjadi 1,0618 dan terhadap Pound Sterling, dolar AS melemah di level 1,2315.

Dolar AS naik terhadap mata uang Jepang, mencapai 149,19 yen per unit. Aussie melemah terhadap dolar AS dengan AUD/USD berada di level 0,6413.

Terhadap Swiss franc, dolar AS telah turun menjadi CHF 0,9021 dan terhadap dolar Kanada, dolar AS naik sedikit menjadi C$ 1,395.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading