logo

FX.co ★ Emas Berjangka Ditutup Lebih Rendah karena Dolar Naik Setelah Data Inflasi Menimbulkan Kekhawatiran Suku Bunga

Emas Berjangka Ditutup Lebih Rendah karena Dolar Naik Setelah Data Inflasi Menimbulkan Kekhawatiran Suku Bunga

Kontrak berjangka emas ditutup lebih rendah pada hari Kamis karena dolar menguat dan imbal hasil obligasi mengalami rebound setelah data menunjukkan kenaikan harga konsumen AS yang sedikit lebih besar dari yang diharapkan. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang suku bunga.

Indeks dolar meningkat tajam menjadi 106,50, naik lebih dari 0,6%.

Kontrak berjangka emas untuk bulan Desember ditutup lebih rendah sebesar $4,30 pada $1.883,00 per ons.

Kontrak berjangka perak untuk bulan Desember ditutup turun $0,174 pada $21,959 per ons, sementara kontrak berjangka tembaga untuk bulan Desember ditutup pada $3,5910 per pon, turun $0,0210 dari penutupan sebelumnya.

Imbal hasil obligasi kembali menguat setelah dua hari penurunan. Rebound imbal hasil terjadi setelah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa harga konsumen AS naik sedikit lebih banyak dari yang diperkirakan pada bulan September.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa indeks harga konsumen naik sebesar 0,4% pada bulan September setelah meningkat sebesar 0,6% pada bulan Agustus. Para ekonom memperkirakan harga konsumen akan naik sebesar 0,3%.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan harga konsumen tahunan tetap pada 3,7%, sementara tingkat pertumbuhan harga konsumen inti melambat menjadi 4,1% pada bulan September dari 4,3% pada bulan Agustus.

Departemen Tenaga Kerja juga merilis laporan terpisah yang menunjukkan bahwa klaim tunjangan pengangguran AS untuk pertama kalinya mencapai 209.000 pada pekan yang berakhir pada tanggal 7 Oktober, tidak berubah dibandingkan dengan tingkat revisi pekan sebelumnya. Para ekonom memperkirakan bahwa klaim pengangguran akan naik sedikit menjadi 210.000 dari 207.000 yang awalnya dilaporkan untuk pekan sebelumnya.

"Ketakutan akan kenaikan suku bunga Fed kembali muncul, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun," ujar Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA. "Prospek jangka pendek emas tetap bullish mengingat pertumbuhan AS sedang melambat dengan cepat dan juga ketidakpastian dengan semua risiko geopolitik," tambahnya.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading