logo

FX.co ★ Dolar Selandia Baru Turun Terkait Data Inflasi Yang Lemah

Dolar Selandia Baru Turun Terkait Data Inflasi Yang Lemah

Dolar Selandia Baru melemah terhadap mata uang utama lain pada sesi Asia hari Selasa, setelah data menunjukkan bahwa harga konsumen di Selandia Baru naik kurang dari yang diperkirakan dalam satu tahun pada kuartal ketiga 2023.

Data dari Statistik Selandia Baru menunjukkan bahwa harga konsumen di Selandia Baru naik 5,6 persen per tahun di kuartal ketiga 2023. Hal tersebut melampaui ekspektasi 5,9 persen dan turun dari 6,0 persen di tiga bulan sebelumnya.

Pada basis kuartal musiman yang disesuaikan, inflasi naik 1,8 persen, kembali di bawah prakiraan 2,0 persen namun naik tajam dari 1,1 persen di kuartal kedua.

Pada perdagangan Asia hari ini, dolar Selandia Baru turun mendekati level rendah 3 minggu dari 1,0771 terhadap dolar Australia dan kerendahan lebih dari 3 mingu dari 1,7902 terhadap euro, dari kuotasi penutupan kemarin masing-masing dari 1,0698 dan 1,7810. Jika kiwi memperpanjang tren turun, kemungkinan akan menemukan support di sekitar 1,09 terhadap aussie dan 1,82 terhadap euro.

Terhadap dolar AS dan yen, kiwi turun ke 1,5896 dan 88,19, 0,5927 dan 88,61 masing-masing dari nilai penutupan kemarin. Kiwi bisa menguji support di dekat 0,57 terhadap greenback dan 86,00 terhadap yen.

Selanjutnya, data pekerjaan Inggris untuk September akan dirilis pada 2:00 am ET.

Pada sesi Eropa, indeks sentimen ekonomi Zona euro ZEW untuk Oktober di jadwalkan akan rilis.

Pada sesi New York, pembangunan rumah Kanada untuk September, data penjualan ritel untuk September, produksi industri dan manufaktur AS untuk September, cadangan bisnis untuk Agustus, indeks pasar perumahan NAHB AS untuk Oktober dan neraca anggaran Federal AS untuk September ditetapkan akan rilis.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading