Australia pada hari Kamis akan merilis angka pengangguran bulan September, menyoroti hari yang sibuk bagi aktivitas ekonomi Asia-Pasifik. Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap stabil di 3,7 persen, dengan penambahan 18.000 pekerjaan menyusul kenaikan 64.900 pekerjaan pada bulan Agustus. Tingkat partisipasi terlihat stabil di angka 67,0 persen. Jepang akan memberikan angka bulan September untuk impor, ekspor, dan neraca perdagangan. Impor diperkirakan turun 12,8 persen dalam setahun setelah turun 17,9 persen pada bulan Agustus. Ekspor disebut lebih tinggi sebesar 3,1 persen dalam skala tahunan setelah turun 0,8 persen pada bulan sebelumnya. Defisit perdagangan dipatok sebesar 425,0 miliar yen menyusul kekurangan 930,5 miliar yen pada bulan sebelumnya. Bank of Korea akan mengakhiri pertemuan kebijakan moneternya dan mengumumkan keputusannya mengenai suku bunga. BoK diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya tidak berubah di 3,50 persen. Malaysia akan merilis angka impor, ekspor, dan neraca perdagangan bulan September. Impor diperkirakan turun 13,4 persen dalam setahun setelah anjlok 21,2 persen pada bulan Agustus. Ekspor diperkirakan turun 17,1 persen dalam skala tahunan setelah merosot 18,6 persen pada bulan sebelumnya. Surplus perdagangan diperkirakan mencapai 22,2 miliar ringgit, naik dari 17,3 miliar ringgit pada bulan sebelumnya. Hong Kong akan melihat data pengangguran bulan September, dengan perkiraan menunjukkan bahwa tingkat pengangguran akan tetap stabil di 2,8 persen. Bank sentral di Indonesia akan menyimpulkan kebijakan moneternya dan mengumumkan keputusannya mengenai suku bunga. Suku bunga pinjaman acuan (5,75 persen), suku bunga fasilitas pinjaman (6,50 persen), dan suku bunga fasilitas simpanan (5,00 persen) diperkirakan tidak akan mengalami perubahan.
FX.co ★ Data Pengangguran Australia Dirilis Kamis
Data Pengangguran Australia Dirilis Kamis
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading