logo

FX.co ★ Inflasi Jerman Melambat Lebih dari Perkiraan, Level Terendah Sejak Agustus 2021

Inflasi Jerman Melambat Lebih dari Perkiraan, Level Terendah Sejak Agustus 2021

Pada hari Senin, data awal dari kantor statistik Destatis menunjukkan bahwa inflasi harga konsumen di Jerman menurun lebih cepat dari yang diperkirakan pada bulan Oktober untuk mencapai level terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir berkat penurunan harga energi. Selain itu, meredanya tekanan harga memvalidasi "jeda" terbaru dalam kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa.

Indeks harga konsumen, atau IHK, naik sebesar 3,8% dari tahun ke tahun, menyusul kenaikan 4,5% pada bulan sebelumnya. Para ekonom memperkirakan terjadinya inflasi sebesar 4,0%.

Tingkat inflasi IHK terbaru adalah yang terendah sejak Agustus 2021 ketika berada pada level yang sama, menurut Destatis.

Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi turun menjadi 4,3 persen dari 4,6 persen pada bulan sebelumnya.

Harga-harga tetap tidak berubah dalam perbandingan tiap bulan setelah naik 0,3 persen pada bulan September. Para ekonom mengharapkan kenaikan 0,2 persen.

HICP turun 0,2 persen secara bulanan, membalikkan kenaikan dengan ukuran yang sama pada bulan sebelumnya. Para ekonom memperkirakan kenaikan 0,1 persen.

Inflasi berdasarkan ukuran Uni Eropa untuk indeks harga konsumen yang diselaraskan, atau HICP, mengalami penurunan tajam menjadi 3,0 persen dari 4,3 persen pada bulan sebelumnya. Para ekonom memperkirakan 3,3 persen.

Harga energi, yang tumbuh hanya 1,0 persen tiap tahun pada bulan sebelumnya, turun 3,2 persen pada bulan Oktober.

Ekonom ING, Carsten Brzeski, mengatakan bahwa inflasi Jerman dapat turun menjadi sekitar 3 persen pada akhir tahun.

"...data inflasi Jerman hari ini memperkuat alasan untuk tetap bertahan,” ujar Brzeski.

"Perubahan nada yang jelas pada pertemuan ECB pekan lalu telah mengonfirmasi pandangan kami bahwa apa yang awalnya merupakan jeda pekan lalu akan segera menjadi puncak resmi dalam kenaikan suku bunga.”

Destatis mengaitkan penurunan harga energi dengan efek dasar karena tingkat harga energi yang sangat tinggi pada tahun sebelumnya. Penurunan terbaru ini juga merupakan yang pertama sejak Januari 2021 ketika harga energi turun 2,0 persen tahun-ke-tahun.

Inflasi makanan terus mengalami penurunan menjadi 6,1 persen dari 7,5 persen dan kenaikan terakhir adalah yang terlemah sejak Februari 2022 ketika harga naik 5,4 persen.

Inflasi jasa juga terus menurun, turun menjadi 3,9 persen dari 4,0 persen. Harga-harga barang naik 3,6%, yang merupakan kenaikan yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan kenaikan 7,5% pada bulan September.

Meredanya tekanan harga di tingkat hulu menunjukkan bahwa tingkat inflasi barang akan mendekati nol dalam beberapa bulan mendatang, ujar ekonom Commerzbank, Ralph Solveen.

Namun, sedikit penurunan tren pada inflasi jasa kemungkinan akan berangsur-angsur mereda dalam beberapa bulan mendatang karena perusahaan-perusahaan akan makin membebankan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi pada para konsumen mereka, ekonom tersebut menambahkan. Commerzbank memperkirakan bahwa tingkat inflasi akan terus turun, tetapi inflasi yang mendasari tetap jauh lebih tinggi dari yang diinginkan oleh ECB pada tahun mendatang.

Data resmi yang akan dirilis pada hari Selasa diperkirakan akan menunjukkan penurunan tajam pada tingkat inflasi zona euro menjadi 3,2% dari 4,3% pada bulan September. Destatis akan merilis hasil akhir IHK Jerman untuk bulan Oktober pada tanggal 8 November.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading