logo

FX.co ★ Minyak Berjangka Ditutup Turun Tajam Karena Fokus Beralih Ke Rapat Bank Sentral

Minyak Berjangka Ditutup Turun Tajam Karena Fokus Beralih Ke Rapat Bank Sentral

Harga minyak turun tajam pada hari Senin di tengah berkurangnya kekhawatiran atas gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Para investor memilih untuk menunggu pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve, yang akan dirilis pada hari Rabu, dan data non-farm payroll untuk bulan Oktober, yang akan dirilis pada hari Jumat. Meskipun pasukan Israel telah memasuki Jalur Gaza untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, tidak jelas apakah manuver tersebut menandai dimulainya invasi secara resmi. Serangan udara AS menargetkan sasaran-sasaran Iran di Suriah pada minggu lalu, sebagai balasan atas serangkaian serangan roket dan drone baru-baru ini terhadap tentara Amerika di Irak dan Suriah. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk bulan Desember ditutup turun sebesar $3,23 atau sekitar 3,8% pada $82,31 per barel. Minyak mentah berjangka Brent ditutup pada $87,45 per barel, turun $3,03 atau sekitar 3,4%. Di bidang ekonomi, para investor menunggu data manufaktur global dan laporan pekerjaan penting AS minggu ini untuk mendapatkan kejelasan mengenai prospek ekonomi. The Fed, Bank of England dan Bank of Japan akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter mereka minggu ini, dan harapan para ekonom atas kebijakan status quo dari bank sentral AS dan bank sentral Inggris. Para analis memperkirakan Bank of Japan berpotensi terus mengubah kebijakan pengendalian kurva imbal hasil (YCC) ketika menggelar rapat pada hari Selasa.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading