Harga minyak diperdagangkan lebih tinggi pada hari Selasa, setelah jatuh lebih dari 3 persen pada hari Senin di tengah kekhawatiran permintaan dan tanda-tanda bahwa perang Israel-Hamas akan tetap terkendali. Patokan minyak mentah berjangka Brent naik 0,6 persen menjadi $86,90 per barel, sementara minyak mentah berjangka WTI naik 0,7 persen menjadi $82,92. Melemahnya dolar membantu mendorong harga lebih tinggi karena investor menunggu isyarat dari pertemuan The Fed dan BoE minggu ini. Kenaikan tetap terbatas setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur Tiongkok secara tak terduga mengalami kontraksi pada bulan Oktober. Peristiwa di Timur Tengah juga menjadi fokus, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan gencatan senjata dalam perang melawan Hamas. “Seruan untuk gencatan senjata adalah seruan bagi Israel untuk menyerah kepada Hamas, untuk menyerah kepada terorisme… ini tidak akan terjadi,” katanya, seraya bersumpah bahwa Israel akan “berjuang sampai pertempuran ini dimenangkan”. Bank Dunia memperingatkan dalam Outlook Pasar Komoditas terbarunya bahwa konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dapat mendorong pasar komoditas global ke kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
FX.co ★ Harga Minyak Melambung Setelah Penjualan Besar-besaran Hari Senin
Harga Minyak Melambung Setelah Penjualan Besar-besaran Hari Senin
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading