Emas berjangka terus naik pada hari Kamis karena dolar terus melemah dan imbal hasil obligasi turun setelah nada agak dovish Federal Reserve pada hari Rabu meningkatkan optimisme bahwa bank sentral akan melemah karena kenaikan suku bunga. Indeks dolar turun ke level 105,81 di awal sesi New York, dan meskipun pulih ke 106,12, indeks ini tetap jauh di bawah garis datar, turun sekitar 0,72%. Sementara itu, pound Inggris menguat setelah Bank of England menjaga level suku bunganya, tetapi mengisyaratkan masih terlalu dini untuk memikirkan penurunan suku bunga. Emas berjangka untuk bulan Desember ditutup naik sebesar $6,00 pada $1.993,50 per ounce. Perak berjangka untuk bulan Desember ditutup naik $0,056 pada $22,846 per ounce, sementara tembaga berjangka untuk bulan Desember ditutup pada $3,6725 per pon, naik $0,0235. Seperti yang diperkirakan, The Fed menjaga level suku bunga acuannya pada 5,25 persen menjadi 5,50 persen pada hari Rabu. Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui bahwa kondisi keuangan yang dihadapi oleh dunia usaha dan rumah tangga mengalami pengetatan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir – meningkatkan harapan bahwa bank sentral AS kini dapat menyelesaikan siklus pengetatan paling agresif dalam empat dekade. "Para investor tidak akan terburu-buru mencari emas jika Wall Street yakin bahwa langkah The Fed selanjutnya adalah menurunkan suku bunga pada pertengahan tahun depan," ujar Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA. “Masih ada banyak risiko terhadap prospek dan peluang bagus perekonomian AS menuju resesi, tetapi untuk saat ini emas memerlukan katalis bullish baru untuk membantu membawa harga melampaui level $2000,” tambah Moya. Dalam berita ekonomi hari ini, data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim pengangguran awal merayap hingga 217.000 pada pekan yang berakhir 28 Oktober, meningkat 5.000 dari level revisi minggu sebelumnya sebesar 212.000. Para ekonom memperkirakan klaim pengangguran tetap sebanyak 210.000, seperti yang dilaporkan pada minggu sebelumnya. Laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja juga menunjukkan penurunan tak terduga dalam biaya unit tenaga kerja pada kuartal ketiga. Laporan tersebut menunjukkan biaya unit tenaga kerja turun 0,8% pada kuartal ketiga setelah melonjak sebesar 3,2% pada kuartal kedua. Biaya unit tenaga kerja diperkirakan meningkat sebesar 0,7% dibandingkan kenaikan 2,2% yang dilaporkan pada kuartal sebelumnya.
FX.co ★ Emas Berjangka Ditutup Naik Seiring Berlanjutnya Penurunan Dolar
Emas Berjangka Ditutup Naik Seiring Berlanjutnya Penurunan Dolar
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading