Harga minyak melemah dari kenaikan awal, menurun pada hari Selasa setelah Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan bahwa pasar minyak global tidak akan seketat yang diperkirakan pada kuartal ini.
Patokan minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan 0,2 persen lebih rendah pada $82,37 per barel, melemah dari kenaikan sebelumnya. Minyak mentah berjangka WTI turun 0,1 persen menjadi $78,17.
Harga minyak naik tajam pada hari Senin untuk memperpanjang kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut menyusul perkiraan permintaan bullish dari OPEC dan Goldman Sachs.
IEA menyatakan dalam laporan bulanan terbarunya bahwa mereka mengantisipasi kekurangan pasokan pada kuartal keempat. Namun, jumlah tersebut akan menjadi sekitar 30 persen lebih kecil dari perkiraan sebelumnya, yakni sekitar 900.000 barel per hari.
“Permintaan minyak dunia terus melebihi ekspektasi. Namun, “pertumbuhan pasokan minyak dunia juga melebihi ekspektasi” karena “pertumbuhan produksi di AS dan Brazil melebihi perkiraan.”
Sebuah laporan dari OPEC menyatakan pada hari Senin bahwa permintaan di AS dan Tiongkok tidak mengalami penurunan hingga mencapai titik yang mengkhawatirkan.