Surplus perdagangan luar negeri Indonesia menurun pada bulan Oktober dibandingkan tahun lalu karena ekspor turun lebih cepat dibandingkan impor, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari Rabu.
Surplus perdagangan menurun hingga $3,48 miliar pada bulan Oktober dari $5,59 miliar pada bulan yang sama tahun lalu.
Para ekonom memperkirakan surplus $3,0 miliar. Pada bulan September, surplusnya mencapai $3,4 miliar.
Ekspor mencatat penurunan tahunan dua digit sebesar 10,43 persen di bulan Oktober, dibandingkan prakiraan penurunan sebesar 15,35 persen. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh rendahnya permintaan luar negeri terhadap produk non-migas.
Impor turun 2,42 persen dari tahun lalu, jauh lebih lambat dibandingkan penurunan 7,4 persen yang diperkirakan para ekonom.
Secara bulanan, ekspor menunjukkan kenaikan 6,76 persen, dan impor meningkat 7,68 persen.