logo

FX.co ★ Kontrak Berjangka Emas Ditutup Lemah karena Rebound Dolar

Kontrak Berjangka Emas Ditutup Lemah karena Rebound Dolar

pada hari Rabu karena dolar naik lebih tinggi, rebound dari penurunan baru-baru ini, dan imbal hasil obligasi sedikit naik.

Indeks dolar melonjak ke level 104,51 sebelum memangkas beberapa kenaikan, tetapi masih tetap kuat di level 104,40, naik dari penutupan sebelumnya di level 104,05.

Kontrak berjangka emas untuk bulan Desember ditutup turun $2,20 pada $1.964,30 per ons, turun dari level tertinggi hari itu di level $1.979,20.

Kontrak berjangka perak untuk bulan Desember ditutup lebih tinggi sebesar $0,406 pada $23,538 per ons, sementara kontrak berjangka tembaga untuk bulan Desember menetap di $3,7360 per pound, naik $0,0335.

Data inflasi harga konsumen AS yang lebih rendah dari perkiraan, penurunan tajam dalam inflasi Inggris, dan angka inflasi yang lebih rendah dari Jerman dan Prancis membantu membatasi penurunan emas.

Data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja pagi ini menunjukkan penurunan harga produsen AS yang tak terduga pada bulan Oktober.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa indeks harga produsen turun 0,5% pada bulan Oktober setelah naik 0,4% yang direvisi pada bulan September. Harga produsen diperkirakan naik tipis 0,1% dibandingkan dengan kenaikan 0,5% yang dilaporkan pada bulan sebelumnya.

Laporan ini juga mengatakan bahwa tingkat tahunan pertumbuhan harga produsen turun menjadi 1,3% pada bulan Oktober dari 2,2% pada bulan September. Para ekonom memperkirakan bahwa laju pertumbuhan harga akan turun menjadi 1,9%.

Menyusul data inflasi harga konsumen yang lebih rendah dari yang diperkirakan kemarin, laporan terbaru ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve telah selesai menaikkan suku bunga.

Sementara itu, sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan bahwa penjualan ritel di AS turun tipis pada bulan Oktober, turun 0,1% pada bulan tersebut, setelah naik 0,9% yang direvisi naik pada bulan September.

Para ekonom memperkirakan bahwa penjualan ritel turun 0,3% dibandingkan dengan kenaikan 0,7% yang dilaporkan pada bulan sebelumnya.

Tidak termasuk penurunan penjualan oleh dealer kendaraan bermotor dan suku cadang, penjualan ritel naik tipis 0,1% pada bulan Oktober setelah naik 0,8% pada bulan September. Penjualan mobil bekas diperkirakan tidak berubah.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading