Dalam siaran pers baru-baru ini, Roche mengumumkan kemitraannya dengan PathAI, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan patologi digitalnya untuk diagnostik pendamping. Aliansi ini memanfaatkan interpretasi Kecerdasan Buatan (AI) dan diagnostik pendamping, sehingga meningkatkan aksesibilitas pasien terhadap perawatan yang ditargetkan, dan dengan demikian memajukan pengobatan presisi.
Kemitraan ini menetapkan bahwa PathAI akan berkolaborasi hanya dengan Roche Tissue Diagnostics untuk membuat algoritme patologi digital berbasis AI khusus untuk bidang diagnostik pendamping.
Sesuai dengan ketentuan perjanjian, Roche Tissue Diagnostics secara eksklusif bergabung dengan PathAI dalam jangka waktu yang telah ditentukan, bertindak sebagai satu-satunya perusahaan pengembangan algoritme eksternal untuk diagnostik pendamping yang didukung oleh AI. Meskipun demikian, Roche berhak untuk terus mengembangkan algoritme untuk diagnostik pendamping secara mandiri. Demikian pula, PathAI mempertahankan haknya untuk membuat algoritme di luar segmen diagnostik pendamping.
Perjanjian ini akan melihat implementasi algoritme yang baru dikembangkan menggunakan solusi Digital Pathology Roche.
Dalam kolaborasi sebelumnya pada Oktober 2021, kedua bisnis secara kolektif merancang alur kerja analisis gambar yang disematkan secara eksklusif untuk ahli patologi. Alur kerja ini memungkinkan akses ke algoritme analisis gambar PathAI dalam platform perangkat lunak Patologi Digital Roche's navify.