Jepang akan merilis angka akhir produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama pada hari Senin, yang diperkirakan akan menyoroti hari yang modis untuk aktivitas ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. PDB diproyeksikan turun sebesar 0,5% dari kuartal-ke-kuartal dan 2,0% dari tahun-ke-tahun. Ini mengikuti pertumbuhan sebesar 0,1% dari kuartal-ke-kuartal dan 0,4% dari tahun-ke-tahun dalam tiga bulan sebelumnya.
Selain itu, Jepang akan mengumumkan angka neraca berjalan untuk bulan April dan angka pinjaman bank keseluruhan untuk bulan Mei. Surplus neraca berjalan yang disesuaikan diperkirakan sebesar 2,09 triliun yen, menurun dari 201,06 triliun yen pada bulan Maret. Pinjaman bank diperkirakan tetap stabil, menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 3,1%.
Sementara itu, Malaysia dijadwalkan merilis data produksi industri dan pengangguran untuk bulan April. Pada bulan Maret, produksi industri meningkat sebesar 2,4% dari tahun-ke-tahun, sementara tingkat pengangguran berada pada angka 3,3%.
Terakhir, pasar keuangan di Taiwan, China, dan Hong Kong akan ditutup pada hari Senin dalam rangka perayaan Festival Perahu Naga. Demikian pula, Australia akan ditutup untuk ulang tahun raja. Aktivitas perdagangan normal akan dilanjutkan pada hari Selasa di wilayah tersebut.