logo

FX.co ★ Dukungan Ringan Diharapkan untuk Pasar Saham Indonesia

Dukungan Ringan Diharapkan untuk Pasar Saham Indonesia

Pasar saham Indonesia telah mengalami hari-hari bergantian antara keuntungan dan kerugian selama empat sesi perdagangan terakhir, setelah reli dua hari yang menyaksikan kenaikan hampir 130 poin atau 1,9 persen. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini sedikit di atas angka 6.900 dan mungkin akan mengalami kenaikan lebih lanjut pada hari Selasa.

Prospek global untuk pasar Asia tampak stabil dengan potensi kenaikan ringan, menjelang pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan pada hari Rabu. Pasar Eropa mengalami penurunan, sedangkan pasar AS mengalami kenaikan, menunjukkan kenaikan moderat untuk pasar Asia.

Pada hari Senin, IHSG ditutup sedikit lebih tinggi, didorong oleh kinerja yang bervariasi di sektor saham keuangan, perusahaan semen, dan sektor sumber daya. Indeks naik 3,00 poin atau 0,04 persen, ditutup pada 6,900.90.

Penggerak utama termasuk Bank Negara Indonesia yang turun 1,91 persen, sementara Bank Central Asia melonjak 2,14 persen, dan Bank Rakyat Indonesia naik 1,15 persen. Indocement turun 0,32 persen, Semen Indonesia melonjak 2,24 persen, dan Indofood Sukses Makmur menurun 0,40 persen. United Tractors anjlok 2,08 persen, Astra International turun 1,10 persen, dan Vale Indonesia merosot 2,92 persen. Bank Mandiri dan Bank Danamon Indonesia tetap tidak berubah.

Petunjuk dari Wall Street menunjukkan tren naik yang tipis, dengan indeks utama dibuka lebih rendah pada hari Senin tetapi secara bertahap bergerak ke wilayah positif. Dow naik 69,05 poin atau 0,18 persen untuk menyelesaikan pada 38,868.04, sementara NASDAQ menambahkan 51,90 poin atau 0,35 persen untuk menutup pada 17,192.53, dan S&P 500 naik 13,80 poin atau 0,26 persen untuk berakhir di 5,360.79.

Pedagang tampak ragu-ragu untuk membuat langkah besar menjelang acara penting minggu ini, termasuk pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve. The Fed diharapkan secara luas untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini dalam pengumumannya pada hari Rabu. Mengingat keputusan yang diharapkan, pelaku pasar kemungkinan akan fokus pada proyeksi ekonomi dan suku bunga oleh pejabat The Fed.

Menjelang pengumuman The Fed, Departemen Tenaga Kerja akan merilis laporan inflasi harga konsumen bulan Mei. Sementara itu, harga minyak mentah melonjak pada hari Senin di tengah prospek permintaan energi yang positif, dengan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk Juli naik sebesar $2,21 atau sekitar 2,9 persen, ditutup pada $77,74 per barel.

Lebih dekat ke rumah, Indonesia akan merilis angka penjualan ritel untuk bulan April hari ini, setelah kenaikan 9,3 persen tahun ke tahun pada bulan Maret.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading