logo

FX.co ★ Saham Eropa Diperkirakan Dibuka Lebih Tinggi dengan Fokus pada ECB

Saham Eropa Diperkirakan Dibuka Lebih Tinggi dengan Fokus pada ECB

Saham-saham Eropa diperkirakan akan dibuka dengan kuat pada hari Kamis karena para investor mengabaikan angka inflasi inti AS yang tinggi, alih-alih mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi harga produsen dan klaim pengangguran mingguan yang akan datang. Indikator-indikator ini diawasi dengan ketat sebagai sinyal keputusan pemotongan suku bunga Federal Reserve di masa depan.

Setelah laporan inflasi bulan Agustus yang diantisipasi, pasar semakin yakin bahwa Fed akan mengurangi suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan. Ada juga spekulasi tentang kemungkinan tindakan agresif lebih lanjut akhir tahun ini, tergantung pada kondisi pasar kerja.

Secara bersamaan, semua mata tertuju pada European Central Bank (ECB) yang akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya hari ini. Banyak pihak memperkirakan ECB akan menurunkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini.

Pasar Asia mencerminkan tren naik Wall Street, dengan Nikkei Jepang melonjak lebih dari 3 persen, menghentikan tren penurunan selama tujuh hari. Rally ini didukung oleh pembalikan yen dari level terkuatnya terhadap dolar sejak Desember.

Di pasar mata uang, dolar berada di dekat level tertinggi dalam empat minggu terhadap euro. Sementara itu, emas mengalami sedikit kenaikan, dan harga minyak terus meningkat akibat gangguan yang disebabkan oleh badai dan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap produksi AS.

Setelah penurunan awal, saham-saham AS rebound untuk ditutup lebih tinggi semalam. Pembalikan ini didorong oleh kenaikan harga minyak Brent dari level terendah dalam tiga setengah tahun dan laporan inflasi utama yang menunjukkan pertumbuhan harga yang melambat. Faktor-faktor ini memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) minggu depan.

Nasdaq Composite, yang didominasi oleh saham teknologi, melonjak 2,2 persen, S&P 500 naik 1,1 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,3 persen.

Data indeks harga konsumen (CPI) menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 2,5 persen di bulan Agustus, turun dari 2,9 persen di bulan Juli, menandai tingkat terendah sejak Februari 2021. Indeks harga konsumen inti, yang mengecualikan harga pangan dan energi yang volatil, meningkat sebesar 0,3 persen dari Juli, kenaikan terbesar dalam empat bulan, dan naik 3,2 persen tahun-ke-tahun.

Di front Eropa, saham ditutup beragam pada hari Rabu saat para investor menunggu petunjuk dari pertemuan ECB dan Fed. Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup hampir datar dengan sedikit kecenderungan positif. DAX Jerman meningkat sebesar 0,4 persen, sementara CAC 40 Perancis turun sebesar 0,1 persen, dan FTSE 100 Inggris menurun sebesar 0,2 persen.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading