logo

FX.co ★ Sensex, Nifty Diperkirakan Menguat Saat Pembukaan Karena Isyarat Global yang Kuat

Sensex, Nifty Diperkirakan Menguat Saat Pembukaan Karena Isyarat Global yang Kuat

Saham India diperkirakan akan dibuka lebih tinggi pada hari Rabu, didorong oleh tren positif dari pasar global. Namun, volatilitas pasar mungkin tetap ada karena kekhawatiran terkait kebijakan tarif Trump, pendapatan perusahaan yang mengecewakan, dan arus keluar dana asing yang berkelanjutan.

Hari ini, perhatian besar akan tertuju pada laporan pendapatan kuartalan dari perusahaan terkemuka seperti HDFC Bank dan Hindustan Unilever Limited (HUL). Pada hari perdagangan sebelumnya, indeks Sensex dan Nifty mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,6% dan 1,4%, di tengah ketidakpastian terkait niat tarif Trump. Rupee terdepresiasi sebesar 14 paise, menetap di 86,59 terhadap dolar AS.

Menurut data awal, investor institusi asing (FII) melakukan penjualan bersih saham senilai Rs 5.920,28 crore pada hari Selasa, sedangkan investor institusi domestik (DII) melakukan pembelian bersih sebesar Rs 3.500,32 crore.

Di pasar Asia, kinerja bervariasi. Nikkei Jepang mengalami reli sebesar 1,5%, didorong oleh saham teknologi setelah pencapaian rekor jumlah pelanggan kuartalan Netflix Inc. dan pengumuman Trump tentang inisiatif investasi baru yang berfokus pada kecerdasan buatan. Yen Jepang mengalami sedikit apresiasi di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga potensial oleh Bank of Japan (BoJ) minggu ini.

Sebaliknya, indeks acuan di daratan China dan Hong Kong turun lebih dari 1%, setelah deklarasi Trump tentang potensi tarif 10% pada China mulai 1 Februari, bersama dengan ancaman untuk memberlakukan tarif pada Uni Eropa.

Dalam perdagangan mata uang, dolar AS melemah selama sesi Asia, sementara imbal hasil Treasury AS mengalami kenaikan moderat setelah penurunan sebelumnya. Emas mempertahankan posisinya mendekati level tertinggi 11 minggu, mencerminkan ketidakpastian yang terkait dengan kebijakan perdagangan Trump.

Harga minyak terus melemah karena perintah darurat energi Trump memperkuat kekhawatiran kelebihan pasokan.

Di AS, pasar saham ditutup dengan catatan kuat semalam, didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi di tengah optimisme untuk pemotongan suku bunga dan kebijakan tarif yang kurang agresif dari yang diharapkan yang diartikulasikan pada Hari Pelantikan Trump. Dow Jones Industrial Average naik sebesar 1,2%, S&P 500 meningkat sebesar 0,9%, dan Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi naik sebesar 0,6%.

Sementara itu, saham Eropa mengakhiri hari Selasa dengan tren lebih tinggi, dipimpin oleh kenaikan di sektor keuangan dan kesehatan. Indeks STOXX 600 pan-Eropa naik sebesar 0,4%, dengan DAX Jerman naik 0,3%, CAC 40 Prancis naik sebesar 0,5%, dan FTSE 100 Inggris naik 0,3%.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading