Pada bulan Mei, harga berjangka bijih besi di China turun menjadi CNY 700 per ton, menandai titik terendah dalam tujuh bulan. Penurunan ini disebabkan oleh tantangan makroekonomi yang mengancam dan reformasi regulasi yang diharapkan, yang kemungkinan akan mempengaruhi permintaan untuk logam besi di negara tersebut. Laporan terbaru menunjukkan bahwa Beijing mungkin akan memberlakukan pembatasan pada pengembang properti, mencegah mereka menjual rumah sebelum selesai dibangun. Langkah ini akan menghilangkan sumber pendanaan penting bagi sektor tersebut, menambah tekanan keuangan pada industri yang sudah terlilit utang. Perkembangan ini meningkatkan risiko likuidasi besar-besaran dan berpotensi mengurangi permintaan signifikan dalam pasar baja global. Jika kebijakan ini diberlakukan, hal ini akan memperburuk kelebihan pasokan logam besi di China, yang mungkin mendorong Beijing untuk memberlakukan pemotongan produksi. Baosteel telah mengindikasikan bahwa ada kemungkinan besar pemerintah pusat akan meminta pengurangan produksi baja secara nasional untuk mengatasi kelebihan kapasitas dan menurunnya permintaan. Meskipun pemerintah belum mengungkapkan rincian spesifik dari potensi pengurangan tersebut, laporan menunjukkan bahwa produksi bisa berkurang hingga 50 juta ton tahun ini.
FX.co ★ Harga Bijih Besi Uji Titik Terendah dalam 7 Bulan
Harga Bijih Besi Uji Titik Terendah dalam 7 Bulan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading