Pada bulan April 2025, Kolombia mengalami penurunan ekspor sebesar 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai USD 4,121 miliar. Penurunan ini mengimbangi pertumbuhan 12,2% yang diamati pada bulan sebelumnya. Kontributor utama penurunan ini adalah penurunan signifikan sebesar 33,0% dalam ekspor dari sektor bahan bakar dan industri ekstraktif, terutama disebabkan oleh penurunan besar dalam ekspor batu bara, kokas, dan briket (-37,5%), serta bijih logam dan residu (-31,2%). Selain itu, ekspor minyak mentah mengalami penurunan sebesar 19,9%. Sektor manufaktur juga mengalami sedikit penurunan sebesar 0,6%, yang sebagian besar disebabkan oleh penurunan penjualan bahan kimia dan produk terkait (-3,5%) serta barang-barang manufaktur (-3,7%), bersama dengan penurunan ekspor emas sebesar 6,7%. Sebaliknya, ekspor produk pertanian, makanan, dan minuman mengalami peningkatan yang mengesankan sebesar 47,7%, dipimpin oleh lonjakan signifikan dalam pengiriman kopi yang belum dipanggang (86,8%) dan minyak kelapa sawit serta fraksinya (167,8%). Amerika Serikat tetap menjadi pasar ekspor terbesar Kolombia, menyumbang 31,7% dari total ekspor, diikuti oleh Panama sebesar 5,9% dan Belanda sebesar 5,4%.
FX.co ★ Ekspor Kolombia Turun Setelah Pemulihan
Ekspor Kolombia Turun Setelah Pemulihan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading