Data terbaru yang dirilis pada 13 Juni 2025 menunjukkan bahwa posisi spekulatif jagung di Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan. CFTC (Commodity Futures Trading Commission) melaporkan bahwa indikator sekarang berhenti pada angka -95,5K, turun dari posisi sebelumnya sebesar -81,1K.
Angka terbaru ini mencatat titik terendah baru dan menunjukkan bahwa spekulan di pasar jagung tampak lebih berhati-hati atau pesimis terhadap pergerakan harga jagung di masa mendatang. Perubahan ini bisa mencerminkan berbagai faktor antara lain perubahan cuaca yang tidak menentu, kebijakan pertanian pemerintah yang baru, atau ketegangan perdagangan internasional yang berdampak pada rantai pasokan.
Secara umum, angka negatif dalam posisi spekulatif menunjukkan peningkatan posisi penjualan bersih di kalangan spekulan. Perubahan ini perlu diperhatikan oleh investor dan pelaku pasar lainnya, mengingat dampaknya yang mungkin terhadap dinamika harga jagung serta komoditas terkait lainnya.