London, 11 Juli 2025 — Data terbaru yang dirilis menunjukkan bahwa defisit neraca perdagangan Non-UE Inggris mengalami peningkatan pada bulan Mei. Setelah mencatatkan angka -8,65 miliar pada April 2025, defisit ini makin melebar menjadi -9,32 miliar di bulan Mei.
Perubahan ini menjadi perhatian para ekonom dan pelaku pasar yang mengamati dampak dari perdagangan global yang semakin kompleks. Tekanan dari kondisi ekonomi dunia dan tantangan dagang yang dihadapi Inggris setelah keluarnya dari Uni Eropa turut mempengaruhi defisit tersebut.
Situasi ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menyeimbangkan neraca perdagangan sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi. Pemantauan ketat diperlukan guna mengantisipasi dampak jangka panjang bagi perekonomian Inggris. Dengan pembaruan data terbaru pada 11 Juli 2025, implikasi lebih lanjut dari defisit ini masih akan terus dianalisis oleh berbagai pihak terkait.