logo

FX.co ★ Dolar Australia Mundur karena Data Pekerjaan yang Lemah

Dolar Australia Mundur karena Data Pekerjaan yang Lemah

Pada hari Kamis, nilai dolar Australia turun di bawah $0,650, mundur dari kenaikan yang dicapai sehari sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah rilis data tenaga kerja yang tidak memenuhi harapan, meningkatkan kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada bulan Agustus. Menurut Biro Statistik Australia, tingkat pengangguran naik menjadi 4,3% pada bulan Juni, melebihi perkiraan 4,1% dan mengganggu periode stabilitas selama lima bulan. Selain itu, angka pekerjaan hanya meningkat sebanyak 2.000, jauh di bawah proyeksi peningkatan 20.000 pekerjaan. Kinerja pasar tenaga kerja yang mengecewakan ini menyoroti tanda-tanda perlambatan ekonomi dan mendukung alasan untuk pelonggaran kebijakan. Akibatnya, pasar saat ini memperkirakan kemungkinan 89% dari pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan RBA bulan Agustus mendatang, saat para pembuat kebijakan mempertimbangkan implikasi dari meningkatnya pengangguran yang disandingkan dengan inflasi yang lemah. Lebih lanjut, permintaan untuk aset AS meningkat setelah kenaikan imbal hasil Treasury, yang turut berkontribusi pada penurunan dolar. Namun, kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve membatasi kemajuan dolar AS. Presiden Trump kemudian meredakan beberapa kekhawatiran pasar dengan meremehkan kemungkinan pemecatan Ketua Fed Powell.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading