Pada hari Kamis, indeks acuan KOSPI turun sebesar 0,30% menjadi sekitar 3.177, menandai sesi penurunan kedua berturut-turut. Penurunan ini terutama dipicu oleh penurunan saham perusahaan pembuat chip dan perusahaan keuangan. Sentimen investor tetap rapuh setelah rilis data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan, yang melemahkan kepercayaan pasar domestik. Angka inflasi yang rendah mendorong investor untuk mengevaluasi kembali prospek kebijakan moneter AS, mendorong pergeseran dari ekuitas ke aset yang lebih aman.
Di tengah penurunan ekonomi, inisiatif diplomatik terus mendorong peningkatan hubungan ekonomi internasional, terutama dengan Duta Besar Bakuramutsa Nkubito Manzi yang menyoroti peluang besar untuk memperluas kerja sama antara Korea Selatan dan Rwanda di bidang seperti kecerdasan buatan, keamanan siber, perdagangan digital, dan mobilitas hijau. Mengingat bahwa Afrika hanya menyumbang 1,5% terhadap PDB Korea Selatan, peningkatan volume perdagangan dapat secara substansial mendukung pertumbuhan ekonomi.
Di ranah korporasi, penurunan signifikan tercatat pada SK Hynix, turun 6,42%, Shinhan Financial Group, turun 1,15%, dan KB Financial Group, yang mengalami penurunan sebesar 0,53%.