Pada hari Kamis, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun naik menuju 1,58%, dipengaruhi oleh data perdagangan yang tidak memenuhi ekspektasi. Surplus perdagangan menyusut menjadi JPY 153,1 miliar pada Juni 2025, turun dari JPY 221,3 miliar tahun sebelumnya dan jauh lebih rendah dari perkiraan JPY 353,9 miliar. Ekspor menurun sebesar 0,5% dari tahun ke tahun menjadi JPY 9.162,6 miliar. Ini menandai penurunan ekspor selama dua bulan berturut-turut, bertentangan dengan proyeksi peningkatan 0,5%, dan sebagian dipengaruhi oleh perubahan tarif AS. Kelemahan yang terus-menerus dalam ekspor ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan kontraksi ekonomi Jepang pada kuartal kedua, yang dapat menyebabkan resesi teknis. Pada saat yang sama, impor naik sebesar 0,2% menjadi JPY 9.009,5 miliar, bertentangan dengan ekspektasi penurunan 1,6% dan merupakan peningkatan pertama dalam tiga bulan. Investor kini memantau dengan cermat pemilihan Majelis Tinggi yang akan datang pada 20 Juli, di tengah spekulasi yang meningkat bahwa pemerintah mungkin akan memperkenalkan inisiatif stimulus fiskal baru. Ini bisa termasuk peningkatan pengeluaran publik atau bahkan pengurangan pajak konsumsi, yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
FX.co ★ Imbal Hasil 10-Tahun Jepang Naik Setelah Data Perdagangan yang Lemah
Imbal Hasil 10-Tahun Jepang Naik Setelah Data Perdagangan yang Lemah
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading