logo

FX.co ★ Dolar Selandia Baru Tetap Tertekan

Dolar Selandia Baru Tetap Tertekan

Dolar Selandia Baru terdepresiasi menjadi sekitar $0,592 pada hari Kamis, mendekati titik terendahnya dalam lebih dari tiga minggu. Penurunan ini dipengaruhi oleh pemulihan dolar AS, yang didorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang membantah rumor bahwa ia mungkin akan segera memberhentikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang membantu meredakan ketegangan pasar. Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke data penjualan ritel AS yang akan dirilis hari ini, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi AS dan mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve di masa depan. Di dalam negeri, Reserve Bank of New Zealand baru-baru ini menghentikan siklus pemotongan suku bunganya, memilih untuk menunggu laporan inflasi yang lengkap. Meskipun demikian, bank tersebut telah mengindikasikan potensi pelonggaran moneter lebih lanjut, mengingat kapasitas berlebih yang ada dalam perekonomian. Dalam perkembangan ekonomi lainnya, Selandia Baru menyaksikan kenaikan inflasi makanan tahunan menjadi 4,6% pada bulan Juni, naik dari 4,4% pada bulan Mei, menandai tingkat tertinggi sejak Desember 2023.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading