Singapura, 25 Agustus 2025 – Inflasi inti di Singapura mencatat penurunan pada bulan Juli 2025 dengan angka terbaru mencapai 0,50%. Angka ini menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencatat inflasi inti sebesar 0,60%.
Data terbaru ini merupakan pengukuran secara Year-over-Year, di mana inflasi inti dihitung berdasarkan perbandingan perubahan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya. Tren penurunan ini menjadi sorotan penting bagi para ahli ekonomi dan pelaku pasar di negara tersebut, mengingat inflasi inti adalah salah satu indikator kesehatan ekonomi yang menggambarkan perubahan harga barang dan jasa tanpa memasukkan harga makanan dan energi yang lebih volatil.
Penurunan ini bisa mencerminkan sejumlah faktor ekonomi yang berperan dalam dinamika harga di Singapura, termasuk kebijakan moneter dan kondisi pasar global. Para analis akan terus memantau perkembangan ini untuk memahami dampaknya terhadap kebijakan ekonomi masa depan. Bagi konsumen, kabar ini bisa memberikan sedikit kelonggaran pada daya beli mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global yang lebih luas.