Pada bulan September 2025, Mongolia mengalami peningkatan signifikan dalam surplus perdagangannya, mencapai USD 487,2 juta, dibandingkan dengan USD 50,7 juta pada September tahun sebelumnya. Ini merupakan surplus perdagangan tertinggi sejak Juni 2024. Selama periode ini, ekspor meningkat sebesar 10,1% menjadi USD 1.550,5 juta, sementara impor mengalami kenaikan 6,6% menjadi USD 1.063,3 juta.
Namun, untuk periode Januari hingga September, surplus perdagangan menurun menjadi USD 2.174,8 juta, turun dari USD 3.174,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor turun sebesar 9,1% dari tahun ke tahun, mencapai USD 10.708,6 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pengurangan signifikan dalam pengiriman tekstil dan artikel tekstil sebesar 35,3%, dan produk mineral sebesar 9,7%. China tetap menjadi tujuan utama ekspor Mongolia, menyumbang 91,2% dari total, diikuti oleh Swiss sebesar 5,7% dan Amerika Serikat sebesar 0,9%. Di sisi impor, terdapat sedikit penurunan sebesar 0,9% dengan total USD 8.533,8 juta, dipengaruhi oleh penurunan pembelian kendaraan transportasi dan bagiannya sebesar 11,3%, serta penurunan impor produk mineral sebesar 3,3%. China memimpin sebagai sumber impor terbesar dengan 40,6%, diikuti oleh Rusia dan Jepang masing-masing sebesar 23,9% dan 10,8%.