Harga perak mengalami penurunan signifikan hampir 3%, jatuh di bawah $51 per ons pada hari Selasa. Penurunan ini menandai kemunduran dari rekor tertingginya, dipicu oleh kekhawatiran yang meningkat atas konflik perdagangan berkepanjangan antara Amerika Serikat dan China. Situasi ini semakin memanas ketika China memberlakukan pembatasan pada lima unit Amerika dari Hanwha Ocean, sebagai balasan terhadap investigasi yang diluncurkan oleh Washington ke sektor maritim, logistik, dan pembuatan kapal China. Ketegangan semakin meningkat ketika kedua negara memberlakukan biaya pelabuhan tambahan pada perusahaan pengiriman laut.
Meski mengalami penurunan saat ini, harga perak tetap tinggi, setelah reli tajam yang didorong oleh short squeeze bersejarah dan kondisi likuiditas yang ketat di London. Skenario ini memaksa para pedagang untuk mencari pasokan fisik di seluruh dunia. Di London, tingkat sewa melonjak lebih dari 30% pada hari Jumat, mendorong biaya yang terlibat dalam memperpanjang posisi pendek ke tingkat yang tidak dapat dikelola. Selain itu, permintaan yang kuat dari India dalam beberapa minggu terakhir semakin membatasi pasokan perak, setelah ekspor sebelumnya ke New York karena kekhawatiran bahwa perak mungkin menjadi target tarif AS.