Pasar saham Selandia Baru mengalami penurunan sebesar 37 poin, setara dengan penurunan 0,3%, membawa indeks ke angka 13.252 pada Senin pagi. Ini menandai sesi kerugian kedua berturut-turut, sebagian besar disebabkan oleh kelemahan di sektor logistik, layanan komersial, dan komunikasi. Penurunan ini dipengaruhi oleh data baru yang menunjukkan bahwa inflasi tahunan Selandia Baru mencapai 3% pada kuartal ketiga 2025, menandai level tertinggi dalam lima kuartal terutama karena kenaikan tarif listrik. Investor tetap berhati-hati menjelang laporan ekonomi penting dari Tiongkok yang akan dirilis kemudian hari, termasuk angka PDB kuartal ketiga dan data output industri serta penjualan ritel bulan September, mengingat peran penting Tiongkok sebagai mitra dagang utama Selandia Baru. Selain itu, perhatian juga tertuju pada pertemuan empat hari elit penguasa Tiongkok di Beijing, yang berpusat pada pembahasan rencana lima tahun mendatang. Penurunan pasar agak teredam oleh sedikit kenaikan pada futures AS, didorong oleh optimisme bahwa gejolak terbaru di sektor perbankan AS akan tetap terkendali. Perusahaan-perusahaan terkenal yang mengalami penurunan termasuk Third Age Health Services (-5,2%), Winton Land Ltd. (-4,6%), Vista Group International (-2,2%), dan Meridian Energy Ltd. (-1,6%).
FX.co ★ Saham Selandia Baru Terus Turun Setelah Data Inflasi
Saham Selandia Baru Terus Turun Setelah Data Inflasi
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading