Ekonomi Filipina menunjukkan perlambatan yang signifikan pada kuartal ketiga tahun 2025. Berdasarkan data terbaru yang diperbarui pada 7 November 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) negara ini hanya mencapai 0,4% dari kuartal sebelumnya. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 1,5% yang tercatat pada kuartal kedua tahun 2025.
Perbandingan Ka-tu-uka (Quarter-over-Quarter) menunjukkan bahwa laju pertumbuhan PDB telah mengalami penurunan drastis dalam periode ini. Kuartal kedua menandai momen pertumbuhan yang lebih substansial, namun, kuartal ketiga mencerminkan tantangan ekonomi yang lebih berat. Pemerintah dan pelaku ekonomi berharap akan adanya langkah-langkah kebijakan yang strategis untuk meningkatkan kembali laju pertumbuhan di kuartal mendatang.
Penurunan ini menambah kekhawatiran tentang ketidakpastian ekonomi yang lebih besar di kawasan Asia Tenggara, memicu diskusi tentang bagaimana Filipina dapat lebih berdaya saing di tengah tantangan global yang kompleks. Para analis menunggu dengan cemas keputusan kebijakan ekonomi selanjutnya yang diharapkan dapat mengatasi perlambatan ini dan memfasilitasi pemulihan yang lebih kuat.