Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 52 poin atau 0,6%, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di 8.387 pada hari Jumat. Ini menandai sesi ketiga berturut-turut dengan kenaikan dan peningkatan mingguan sebesar 2,8%. Para pedagang tampaknya tidak terpengaruh oleh angka perdagangan yang mengecewakan dari China, mitra dagang penting bagi Indonesia. Sebaliknya, optimisme didorong oleh prospek ekonomi Indonesia yang stabil, yang didukung oleh pertumbuhan yang kuat, likuiditas fiskal yang kokoh, dan peningkatan ekspor. Cadangan devisa negara meningkat menjadi USD 149,9 miliar pada bulan Oktober, pulih dari posisi terendah 15 bulan dan menunjukkan penyangga keuangan eksternal yang lebih kuat. Sentimen pasar juga terangkat oleh kinerja futures AS, yang menunjukkan potensi rebound di Wall Street setelah penurunan yang dipicu oleh teknologi pada hari Kamis, yang disebabkan oleh kekhawatiran atas valuasi AI yang berlebihan dan kemungkinan penutupan pemerintah AS. Sektor kesehatan, industri, dan konsumen memimpin kenaikan, dengan kontributor utama termasuk Indosat, naik 8,9%, Petrindo Jaya Kreasi, yang naik 7,1%, dan Elang Mahkota Teknologi, naik 7,2%. Namun, momentum kenaikan pasar agak tertahan karena kekhawatiran tentang data ekonomi yang akan datang dari China, khususnya Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI), yang diharapkan akhir pekan ini, bersama dengan laporan sentimen konsumen Indonesia untuk bulan Oktober, yang akan dirilis minggu depan.
FX.co ★ Saham Indonesia Mencapai Rekor Baru, Catat Kenaikan Mingguan yang Kuat
Saham Indonesia Mencapai Rekor Baru, Catat Kenaikan Mingguan yang Kuat
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading