Pada bulan November, harga berjangka bijih besi di Tiongkok turun menjadi CNY 760 per ton, menandai titik terendah dalam empat bulan, karena tanda-tanda jelas permintaan yang lemah. Meskipun Tiongkok, produsen baja terbesar di dunia, mengalami penurunan ekspor baja sebesar 12,5% dari tahun sebelumnya menjadi 9,782 juta ton pada bulan Oktober, impor bijih besi justru meningkat sebesar 10,2%. Tren ini menyoroti penurunan permintaan global untuk baja Tiongkok, dengan wilayah seperti Asia Tenggara dan Amerika Latin memperkenalkan langkah-langkah proteksionis untuk mengatasi masuknya logam Tiongkok yang berbiaya rendah. Produsen baja Tiongkok semakin mengandalkan pasar internasional karena permintaan domestik melemah, diperburuk oleh penurunan sektor properti yang berkepanjangan dan kebutuhan manufaktur yang menurun, seperti yang ditunjukkan oleh PMI manufaktur dan konstruksi yang sangat terjebak dalam kontraksi. Sementara itu, pengiriman bijih besi global tetap tinggi hingga Oktober, mengakibatkan peningkatan persediaan di Tiongkok. Selain itu, antisipasi peningkatan pasokan dari tambang besar Simandou di Guinea semakin menekan harga.
FX.co ★ Harga Bijih Besi Turun ke Level Terendah dalam 4 Bulan
Harga Bijih Besi Turun ke Level Terendah dalam 4 Bulan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading