Mauritius mengalami penurunan defisit perdagangan, yang berkurang menjadi MUR 15,5 miliar pada September 2025, dibandingkan dengan MUR 19,6 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Hal ini terjadi meskipun ada penurunan ekspor sebesar 3% dari tahun ke tahun, dengan total MUR 9,3 miliar. Penurunan ekspor ini terutama dipengaruhi oleh penurunan signifikan pada bahan mentah dan barang tidak dapat dimakan, tidak termasuk bahan bakar (-29,7%), serta minyak, lemak, dan lilin hewani dan nabati (-33,3%), dan produk kimia serta produk terkait (-24,2%). Secara khusus, Amerika Serikat mengalami penurunan ekspor dari Mauritius sebesar 36% akibat dampak tarif timbal balik sebesar 10%, dengan pengiriman ke Prancis juga berkurang sebesar 20,2%.
Di sisi impor, terjadi penurunan sebesar 14,9%, yang disebabkan oleh penurunan impor makanan dan hewan hidup (-3,6%), minyak, lemak, dan lilin hewani dan nabati (-45,9%), serta bahan bakar mineral, pelumas, dan bahan terkait (-41,6%). Impor dari negara sumber utama juga mengalami penurunan yang signifikan, termasuk dari UAE (-67,7%), India (-33,5%), Prancis (-25,3%), dan Afrika Selatan (-23,4%).