Pada November 2025, defisit perdagangan Turki meningkat menjadi USD 7,8 miliar, naik dari USD 7,5 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Kesenjangan ini merupakan defisit terbesar sejak Juni. Impor tumbuh sebesar 2,6% dari tahun sebelumnya, mencapai USD 30,5 miliar, yang sebagian besar dipengaruhi oleh peningkatan pembelian barang setengah jadi (naik 1,5%), barang konsumsi (naik 3,6%), dan barang modal (naik 13%). China, dengan nilai USD 4,2 miliar, tetap menjadi mitra impor utama Turki, diikuti oleh Rusia (USD 3,1 miliar) dan Jerman (USD 2,5 miliar). Sementara itu, ekspor juga naik sebesar 2,2%, mencapai USD 22,7 miliar, yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan signifikan sebesar 16,2% dalam penjualan barang modal. Jerman menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD 1,9 miliar, diikuti oleh Amerika Serikat (USD 1,5 miliar) dan Inggris (USD 1,3 miliar). Secara kumulatif, dari Januari hingga November 2025, defisit perdagangan melebar menjadi USD 82,5 miliar, dibandingkan dengan USD 73,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
FX.co ★ Defisit Perdagangan Turki Terbesar dalam 5 Bulan
Defisit Perdagangan Turki Terbesar dalam 5 Bulan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading