Kuala Lumpur - Data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan pasokan uang di Malaysia mengalami perlambatan pada bulan November 2025. Indikator pasokan uang tercatat berada di angka 3.9%, turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 4.5% pada Oktober 2025.
Perubahan ini menandakan bahwa terdapat penurunan dalam laju pertumbuhan pasokan uang yang tersedia dalam perekonomian dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perbandingan Year-over-Year ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dapat berimplikasi terhadap berbagai aspek ekonomi, termasuk tingkat inflasi dan kebijakan moneter di negara tersebut.
Penurunan ini bisa mencerminkan respon dari berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan untuk mengendalikan inflasi atau memicu pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. Dengan data terbaru ini diperbaharui hingga 31 Desember 2025, para pengambil kebijakan dan pelaku ekonomi diharapkan dapat menyesuaikan langkah-langkah mereka untuk mengakomodasi perubahan dinamika ekonomi yang ada.