Saham-saham Indonesia mengalami kenaikan sebesar 46 poin, atau 0,5%, mencapai 8.693 selama sesi pagi pada hari Jumat, menandai hari perdagangan pertama tahun 2026. Kenaikan ini mewakili keuntungan untuk sesi ketiga berturut-turut karena mayoritas sektor mengalami ekspansi, dengan kontribusi signifikan dari layanan industri, logistik, dan barang tahan lama konsumen. Sentimen investor mendapat dorongan setelah proyeksi pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada tahun 2025 dari China, mitra dagang utama Indonesia, meskipun Presiden China Xi Jinping menyebut tantangan tahun tersebut sebagai sangat berat. Namun, momentum kenaikan ini sedikit tertahan oleh data Indeks Manajer Pembelian (PMI) bulan Desember yang menunjukkan perlambatan aktivitas pabrik di Indonesia, setelah mencapai puncak sembilan bulan pada bulan November. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya menyoroti bahwa injeksi likuiditas sebesar IDR 200 triliun ke bank-bank negara pada bulan September tidak memenuhi harapan. Pemimpin pasar awal termasuk Japfa Comfeed (naik 6,1%), Medco Energy (naik 3,0%), XLSmart (naik 1,6%), dan Indah Kiat (naik 1,5%). Pada tahun 2025, ekuitas lokal melonjak sekitar 22%, mewakili kenaikan tahunan paling substansial sejak 2014. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja kuat saham konglomerat, kebijakan bank sentral yang akomodatif, dan inisiatif strategis pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi tekanan global dan domestik.
FX.co ★ Saham Indonesia Naik untuk Sesi ke-3 di Awal 2026
Saham Indonesia Naik untuk Sesi ke-3 di Awal 2026
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading