Harga berjangka beras sedikit naik di atas $10 per seratus pon, namun tetap mendekati titik terendah sejak Desember 2016. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh prospek pasokan global yang melimpah, didorong oleh panen yang kuat dari eksportir utama Asia, terutama India dan Indonesia. Awal tahun ini, Menteri Pertanian India Shivraj Singh Chouhan mengumumkan bahwa India telah melampaui Tiongkok sebagai produsen beras terbesar di dunia, dengan hasil produksi yang luar biasa sebesar 150,18 juta ton. Sementara itu, Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyatakan bahwa Indonesia akan mencapai swasembada beras pada tahun 2025, dengan tingkat stok melampaui rekor 3 juta ton. Di Amerika Serikat, Departemen Pertanian baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk mendistribusikan $12 miliar pada tahun 2026 melalui Program Bantuan Jembatan Petani (FBA), menawarkan pembayaran per hektar yang signifikan kepada petani beras. Inisiatif ini diharapkan dapat merangsang produksi beras dengan mendukung investasi tanaman dan mendorong perluasan area tanam.
FX.co ★ Futures Beras Naik, Masih Dekat Level Terendah 2016
Futures Beras Naik, Masih Dekat Level Terendah 2016
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading