Pada Kamis pagi, saham-saham Indonesia naik 51 poin, atau 0,6%, mencapai 8.994, menetapkan puncak baru dan melanjutkan tren pertumbuhan selama tujuh sesi. Kenaikan ini terutama didorong oleh faktor-faktor saham tertentu daripada pergeseran umum menuju pengambilan risiko. Sementara itu, inflasi domestik tetap dalam kisaran target bank sentral, meredakan kekhawatiran tentang daya beli rumah tangga. Selain itu, pengumuman Presiden Prabowo Subianto tentang pencapaian swasembada beras pada tahun 2025 meningkatkan optimisme. Namun, kenaikan ini dibatasi oleh kehati-hatian menjelang data cadangan devisa Desember yang akan datang, yang diharapkan dirilis hari ini, dan risiko deflasi yang terus-menerus di China, mitra dagang terbesar Indonesia, dengan angka CPI dan PPI yang dijadwalkan dirilis pada hari Jumat. Di Amerika Serikat, pasar ditutup bervariasi pada malam sebelumnya, dengan S&P 500 dan Dow Jones menurun dari rekor tertinggi mereka, sementara Nasdaq mengalami peningkatan marginal, dipengaruhi oleh antisipasi data tenaga kerja utama. Kinerja sektor bervariasi, meskipun pemimpin awal termasuk Petrosea dengan kenaikan 5,5%, Barito Pacific sebesar 4,3%, Alamtri Resources naik 4,0%, dan Bank Rakyat Indonesia naik 1,1%.
FX.co ★ Rekor Tertinggi Bertahan saat Saham Indonesia Lanjutkan Kenaikan
Rekor Tertinggi Bertahan saat Saham Indonesia Lanjutkan Kenaikan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading