Latvia mengalami peningkatan signifikan dalam defisit perdagangannya, mencapai EUR 325,9 juta pada November 2025, dibandingkan dengan EUR 104,7 juta pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Perkembangan ini terutama didorong oleh peningkatan impor sebesar 7,4% dari tahun ke tahun, dengan total EUR 1.877 juta. Lonjakan impor ini terutama dipicu oleh peningkatan pengadaan peralatan dan perlengkapan listrik (naik 15,8%), bahan bakar mineral, minyak, dan produk olahan (naik 9,6%), serta kendaraan darat dan suku cadangnya (naik 10%). Menganalisis hubungan perdagangan utama, impor dari Uni Eropa meningkat sebesar 7,5%, termasuk peningkatan 8% dari Zona Euro secara khusus. Sebaliknya, impor dari negara-negara CIS mengalami penurunan signifikan sebesar 55,2%, sementara impor dari wilayah lain meningkat sebesar 18,3%.
Di sisi ekspor, Latvia mengalami penurunan sebesar 5,6% dari tahun ke tahun, turun menjadi EUR 1.552 juta. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan penjualan produk kayu dan arang, yang merosot sebesar 12%, mengimbangi pertumbuhan ekspor peralatan dan perlengkapan listrik (naik 1,1%), bahan bakar mineral, minyak, dan produk olahan (naik 25,7%), serta perangkat mekanis dan mesin (naik 18,7%). Ekspor ke Uni Eropa meningkat sebesar 7,4%, termasuk kenaikan 9% ke Zona Euro. Namun, ekspor ke negara-negara CIS turun sebesar 26,8%, dan ekspor ke wilayah lain turun sebesar 34,3%.