Pada pembaruan terbaru yang dirilis pada 9 Januari 2026, posisi net spekulatif jagung di Amerika Serikat menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencapai 60.1 ribu kontrak. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan periode sebelumnya yang mencatatkan 53.2 ribu kontrak.
Laporan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) ini menjadi sorotan pelaku pasar, karena menandakan adanya peningkatan minat spekulatif terhadap komoditas jagung. Faktor-faktor yang mendorong pergeseran ini bisa saja berasal dari perubahan kondisi pasar, perkiraan panen yang menguntungkan, atau faktor eksternal lainnya yang mempengaruhi permintaan dan penawaran jagung secara global.
Perubahan dalam posisi net spekulatif ini dapat berdampak pada harga jagung dalam beberapa bulan mendatang karena menggambarkan sentimen pelaku pasar terhadap ekspektasi harga di masa depan. Investor dan analis mungkin akan terus memantau perkembangan ini untuk menilai potensi dampak ekonomi dan menyesuaikan strategi perdagangan mereka sesuai dengan kondisi terbaru di pasar komoditas.