Rupiah Indonesia bertahan di sekitar IDR 16.870 per dolar AS pada hari Selasa, setelah sempat turun melewati 16.900 pada sesi sebelumnya. Nilai ini tetap mendekati titik terendah sejak akhir April 2025. Sentimen pasar tetap rapuh di tengah antisipasi pelonggaran moneter lebih lanjut, karena Bank Indonesia bersiap untuk pertemuan kebijakan perdana tahun ini akhir bulan ini. Pejabat dari bank sentral telah menyatakan kesediaan mereka untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, mengingat upaya pemulihan bencana di Sumatra terus menekan sumber daya fiskal. Kesediaan ini menunjukkan kemungkinan pemotongan suku bunga tambahan, bahkan setelah pengurangan kumulatif sebesar 150 basis poin selama 2024–2025. Sementara itu, data domestik menjadi alasan untuk berhati-hati: pada bulan Desember, kepercayaan konsumen turun dari puncak sembilan bulan, sementara penjualan kendaraan sepanjang tahun menurun 6,8% secara tahunan, dengan total 808.450 unit, meskipun angka penjualan Desember cukup kuat. Secara internasional, penurunan ekspor menunjukkan permintaan yang lebih lemah dari mitra dagang utama seperti China dan Jepang. Sementara itu, indeks dolar tetap stabil di sekitar 99 karena pasar menunggu data inflasi AS yang dijadwalkan rilis akhir pekan ini.
FX.co ★ Rupiah Bertahan Dekat Level Terendah 9 Bulan
Rupiah Bertahan Dekat Level Terendah 9 Bulan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading