Futures aluminium di Inggris telah naik menjadi sekitar $3,190 per ton, menandai sesi kenaikan ketiga berturut-turut dan mendekati puncak tiga tahun. Kenaikan harga ini didorong oleh pengetatan pasokan di antara produsen utama. Di China, pihak berwenang telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengekang kelebihan kapasitas di sektor logam guna mengurangi tekanan deflasi, dengan produksi diperkirakan akan melebihi batas 45 juta ton tahun ini. Hal ini membuat pabrik peleburan merencanakan pertumbuhan yang terkendali hingga 2026. Upaya perusahaan-perusahaan China untuk memperluas operasi peleburan di Indonesia menghadapi tantangan akibat kenaikan biaya energi dan ketidakpastian regulasi. Sementara itu, harga listrik yang tinggi, kegagalan peralatan, kekurangan bauksit, dan ketegangan geopolitik telah menyebabkan penutupan produksi di Islandia, Mozambik, dan Australia. Meskipun menghadapi hambatan ini, permintaan tetap kuat, didorong oleh sektor kendaraan listrik, inisiatif energi terbarukan, dan investasi dalam infrastruktur jaringan listrik. Selain itu, persediaan di bursa tetap mendekati level terendah dalam beberapa tahun, meningkatkan sensitivitas terhadap gangguan pasokan dan menjaga harga aluminium tetap kuat.
FX.co ★ Harga Aluminium Mendekati Tertinggi dalam 3 Tahun Akibat Tekanan Pasokan
Harga Aluminium Mendekati Tertinggi dalam 3 Tahun Akibat Tekanan Pasokan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading