Pada hari Selasa, Indeks Nikkei 225 turun sebesar 1,11% menjadi 52.991, sementara Indeks Topix yang lebih luas menurun sebesar 0,84% menjadi 3.626. Ini menandai sesi keempat berturut-turut kerugian bagi saham Jepang, didorong oleh kekhawatiran fiskal yang meningkat yang telah mendorong imbal hasil obligasi Jepang ke tingkat tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tekanan ini diperburuk setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengusulkan untuk mengurangi pajak penjualan pada makanan menjadi nol, yang meningkatkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal karena ketidakpastian tentang bagaimana pemerintah berencana untuk mengkompensasi kekurangan pendapatan tersebut. Selain itu, Takaichi mengumumkan niatnya untuk membubarkan parlemen pada akhir pekan dan menjadwalkan pemilihan umum pada 8 Februari, di mana partainya diperkirakan akan mendapatkan kursi tambahan dan mengejar kebijakan yang berfokus pada ekspansi fiskal. Sektor teknologi paling terpukul dalam penjualan ini, dengan penurunan besar terlihat pada SoftBank Group (-3,3%), Disco Corp (-3,9%), Fujikura (-2,4%), Advantest (-3,1%), dan Tokyo Electron (-2,6%).
FX.co ★ Saham Jepang Turun karena Kekhawatiran Fiskal
Saham Jepang Turun karena Kekhawatiran Fiskal
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading